CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minal Aidzin Wal Faidzin


Lihat Kartu Ucapan Lainnya (KapanLagi.com)

Fine Artz

Fine Artz

Senin, 16 Juni 2008

Antara Aku, Airmata dan Tangis

‘Seberapapun kita memutuskan untuk berdiri tegar, selalu ada cara Tuhan untuk membuat kita menangis’ . Kupikir tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin diposisikan menangis. Kecuali seorang artis yang dibayar untuk itu, tentunya. Bahkan mungkin seorang perayu atau seorang oknum si ‘mata buaya’ pun mungkin akan memilih cara lain untuk mendapatkan yang diinginkannya. Kita ingin selalu berada dalam keadaan tertawa dan tersenyum bahagia. Yah paling tidak posisi bibir mendatar lah, tapi jangan sampai ujung bibir melorot ke bawah. Karena ujung bibir yang melengkung ke bawah berkorelasi signifikan dengan mata yang basah. Oleh air mata, tentu saja. Dari air mata yang keluar, tanpa peduli berapa volume air yang tercurah, manusia selalu menamakan itu sebagai tangis. Walaupun air mata seperti itu bisa muncul kapan saja, oleh apa saja: Saat terharu. Saat sedih. Saat marah. Saat bahagia. Saat merasa teraniaya. Saat melihat ketidak adilan dan….Saat suasana hati yang kita sendiri tak bisa mendefinisikannya. Dalam kehidupan ini air mata mempunyai beragam makna. Tapi menurutku ada sebuah makna yang paling dominant. Yaitu sebagai bentuk kalimat aktif dari suatu kondisi dimana seseorang mengeluarkan deritanya. Itu bisa berupa jeritan, raungan, sedu sedan ataupun sekedar isak. Dalam konotasi menangis ini ada kcenderungan seseorang melakukan sesuatu (yaitu menangis itu), yang merupakan ekspresi di luar kendali dari kata hati yang tidak nyaman. Mengacu pada term made in myself itu, setiap air mata yang keluar tidak selalu kunamai tangis. (Saat terharu, saat prihatin, saat bahagia, saat marah, saat tertawa terpingkal2, ….banyak saat2 lain kita mengeluarkan air mata, tapi bukan tangis).Antara air mata dan diriku sudah begitu amat akrabnya. Aku sendiri tak ingin mengakrabinya, tapi rupanya si air mata itu selalu merindui kebersamaan denganku. Dalam banyak suasana. Begitu banyak jalan untuk menjadi sebuah tangis. Kadangkala aku merasa oke2 saja. Tapi tak jarang aku merasa terganggu olehnya. Itu terutama saat aku berada pada posisi yang begitu lemah.

0 komentar:

Kolom Hidayatullah.com

Ubuntu Muslim Edition

KOMIK NARUTO

Subscribe Now !!!

Sign by Danasoft - Myspace Layouts and Signs

Pagerank
Google Pagerank Checker