CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minal Aidzin Wal Faidzin


Lihat Kartu Ucapan Lainnya (KapanLagi.com)

Fine Artz

Fine Artz

Senin, 16 Juni 2008

Berdamai dengan air mata

Mungkin ada yang bertanya: apa salahnya kalo posisi lemah kita terekpos? Apa salahnya kalo kita ketahuan sedang berada dalam keadaan lemah, papa dan wajib disantuni? Apa salahnya kalo orang melihat kita sedang terisak-isak tergugu-gugu dalam tangis? Bukankah hal itu merupakan jalan bagi orang untuk membantu kita? Bukankah setiap manusia pasti mengalami episode ini? Bukankah itu membuka peluang bagi kita untuk membiarkan orang lain ikut mnyangga beban kita? Bukankah eksistensi manusia dilihat ketika kita berada di antara manusia lain? Bukankah….?…..?Yup, aku sadar itu semua. Bahwa tidak ada salahnya kita ditempatkan pada posisi lemah. Karena Tuhan pasti punya alasan untuk itu. Bahwa manusia tidak akan dikatakan teruji tanpa adanya ujian itu sendiri. Bahwa mutiara menjadi indah oleh gesekan yang menyakitkan, nahkoda menjadi hebat oleh badai ombak, dan manusia menjadi bijak oleh pergesekan dengan orang lain.Bahwa segala rasa sedih bahagia cinta benci adalah warna kehidupan jiwa.Bahwa bahagia hanya bisa dinikmati oleh orang yang pernah ditimpa sedih. Sure!, Ane sadar. Kadang tahu tapi gak sadar. Kadang pula….sadar tapi gak mau tahu, hihi!Ah sepertinya memang benar bahwa Tuhan akan selalu menyediakan fenomena bagi manusia untuk setiap tahapan pencapaian dan pemaknaan hidup ini: untuk dipelajari, untuk dihayati, untuk dinikmati, untuk dihadapi. Kehidupan: terkadang begitu rumit, terkadang begitu sederhana, terkadang begitu berliku, terkadang begitu lapang bebas melenggang, terkadang begitu pelik, terkadang terasa asyik. Apapun yang disajikan oleh Tuhan semata adalah sebagai sarana bagi kita untuk bersekolah, untuk kita bertumbuh, untuk kita mekar.Ah, betapa menjadi manusia adalah sungguh sebuah peran yang begitu menggoda, menantang dan mnggairahkan, walaupun selalu ada episode dimana kita letih dan bosan dan ingin istirahat barang sejenak. Jadi biarlah air mataku mengalir. Kurelakan saja, karena toh hanya itu yang ku mampu. Biarlah ia mengalir membasahi pipi, jatuh menembus tanah, meresap hingga ke jantung bumi, untuk kemudian muncul menjadi sungai, yang akan kembali mengalir menyusuri segenap lekuk-lekuk ukiran alam, memberi segar pada segenap kehidupan. Yah, tangisku adalah tangis kehidupan. Tak ada yang tak berguna dari sebuah cinta dan keridhaan.

0 komentar:

Kolom Hidayatullah.com

Ubuntu Muslim Edition

KOMIK NARUTO

Subscribe Now !!!

Sign by Danasoft - Myspace Layouts and Signs

Pagerank
Google Pagerank Checker