CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minal Aidzin Wal Faidzin


Lihat Kartu Ucapan Lainnya (KapanLagi.com)

Fine Artz

Fine Artz

Senin, 07 Juli 2008

Untuk Sahabat Tercinta

Dalam malam-malam yang sunyi, tak dapat mata ini terpejam. Entah apa yang mengganjal mata ini. Pikiran terus bergalut dengan peliknya permasalahan yang terus menerpa. Semakin mematangkan jiwa akan arti sebuah kehidupan manusia yang tidak mudah. Hidup sendiri adalah sebuah amanah yang kita sanggupi, yang kelak kita harus pertanggungjawabkan. Hidup adalah sebuah tantangan. Tantangan apakah di akhir nanti kitalah peraih top scorer pahala, atau malah tak satu angka kebaikan pun yang muncul. Sungguh merugi wahai sahabat, jika waktu kita yang berharga ini kita luangkan hanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Kadang diri ini masih merasa rugi akan waktu-waktu yang terlewat dulu, tapi sekarang bukan waktunya menyesali. Sekarang waktunya untuk bangkit dan memenangkan tantangan kehidupan.


Wahai sahabatku tercinta...


Pernahkah terlintas dalam benakmu, yah sebersit harapan akan kehidupan yang lebih indah dari dunia dan seisinya. Pernahkah ilustrasi syurga tergambar jelas di otakmu. Apakah KalamuLLAH belum cukup untuk menjadi bukti yang nyata?, bahwa akhir itu lebih baik daripada permulaan. Bahwa setiap perbuatan baik sebesar biji sawi pun akan mendapatkan balasannya. Bahwa syurga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya telah disiapkan oleh Allah SWT bagi hambanya yang beriman dan beramal shaleh. Tanyakanlah kepada nuranimu wahai sahabat. Jika yang kau kejar hanyalah dunia ini, sungguh dirimu telah tertipu. Ingat musuh abadi kita !!! syetan laknatuLLAH tak pernah berhenti untuk mencari bahan bakar neraka jahannam. Ingat genderang perang yang sudah ditabuh syetan ketika Adam alaihi salam diciptakan !!! Lalu apa yang kau lakukan sekarang wahai sahabat??? Apakah dirimu akan lari dari kenyataan dan menjadi pengkhianat sehingga wajahmu hitam legam kelak di yaumil akhir? Apakah dirimu telah mengurung nuranimu, sehingga jeritannya tak lagi terdengar? Apakah amal baikmu sudah cukup untuk sekedar mengintip keindahan syurga dari bilik kuburmu? Atau malah amal burukmu yang membuka lebar pintu neraka, na’udzubiLLAHi min dzalik.


Wahai sahabatku tercinta...


Tak sadarkah bahwa dirimu adalah harapan orang tua yang selama ini telah mencurahkan kasih sayangnya kapadamu. Harapan bahwa kelak dirimu lah yang akan mengantarkan mereka ke syurga. Kini adakah air matamu tumpah untuk memohonkan ampunan atas mereka? Apakah dirimu terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga orang tuamu yang sudah renta engkau abaikan begitu saja. Sehingga untuk sekedar mendoakan mereka saja, masih terlupa. Lalu mana balas budimu sebagai seorang anak??? Di mana perasaan itu wahai sahabatku???


Wahai saudaraku tercinta...


Betapa diri ini selalu memikirkan dirimu yang sedang terlelap jauh disana. Betapa malam-malam yang dingin kulalui dengan mencurahkan isi hatiku pada-Nya dan kepada-Nya pula kumohonkan ampunan atas dirimu. Berharap kefuturan mu segera berlalu. Dan semangat layaknya air yang mengalir segera memenuhi sanubarimu. Gelombangnya menghancurkan rantai-rantai jahiliah yang mengunci nuranimu. Dan cinta yang selama ini kesenandungkan akhirnya memiliki nada dalam melody ukhuwah. Dalam indahnya Syahadat Dan tekad yang kuat terbingkai dalam lantunan syair merdu Allahu Ghayatuna, Ar Rasul Qudwatuna, Al Quran Dusturuuna, Al Jihad Sabiiluna wa Al mautu fii sabiliLLAH asma ama’nina.


Dari seorang sahabat yang mencintaimu karena Allah SWT

0 komentar:

Kolom Hidayatullah.com

Ubuntu Muslim Edition

KOMIK NARUTO

Subscribe Now !!!

Sign by Danasoft - Myspace Layouts and Signs

Pagerank
Google Pagerank Checker